Spiritualitas Ordo Salib Suci
Ordo Salib Suci adalah Ordo Kanonik Regulir. Artinya: Ordo
yang hidup menurut peraturan atau aturan tertentu. Peraturan
tersebut didasarkan pada Regula Santo Agustinus dan Konstitusi
Ordo Salib Suci.
Ciri utama dari para anggota Ordo Salib Suci adalah hidup bersama. Maka, di dalam komunitas Ordo Salib Suci selalu terdapat
dua atau lebih anggota yang tinggal bersama. Hal lain yang menjadi
ciri dari anggota Ordo Salib Suci adalah hidup berimbang antara
karya dan doa (vita mixta). Selain itu, liturgi pun mendapat
perhatian yang mendalam dari para anggota Ordo Salib Suci.
In Cruce Salus (Di dalam Salib ada
Keselamatan) adalah
motto yang selalu diemban oleh para anggota Ordo Salib Suci.
Salib tidaklah semata dipandang sebagai simbol penderitaan dan
kesengsaraan, namun lebih dipandang sebagai daya yang mampu memancarkan
nilai-nilai keselamatan bagi hidup manusia. Oleh karenanya, setiap
anggota Ordo Salib Suci harus mampu mewartakan Kristus yang tersalib,
harus mampu menawarkan nilai-nilai keselamatan, dan harus mampu
mengangkat martabat mereka yang miskin, tersingkir, hina, dan
termarjinalisasi kepada keselamatan nyata di dunia ini.
Semangat hidup ini diintegrasikan dengan tiga pilar utama
yang menjadi karisma dari Ordo salib Suci, yaitu:
1. Cultus (kebersatuan hidup dengan Allah). Hal ini
diekspresikan dengan doa, merayakan misa, spiritualitas batin,
dan perayaan liturgi lainnya.
2. Communio (kebersatuan dengan konfrater). Hal ini
diekspresikan dengan kemampuan untuk hidup bersama dengan konfrater
lain (dalam satu komunitas minimal ada dua konfrater), kemampuan
bekerjasama, kemauan untuk saling menguatkan dan membela, serta
kemauan dan kemampuan serta kesanggupan untuk berkorban dan berjuang
bersama konfrater.
3. Caritas (kebersatuan dengan orang-orang di sekitar
atau dengan umat yang dilayani). Hal ini diekspresikan dengan karya, pengabdian dalam
kerasulan.